Senin, 27 Februari 2012

Kisah Pemuda Melayu...

“…tetapkan pilihan tuk satu kemungkinan sebagai bintang hiburan dan terus melayang…”
Senin 27 February 2012
                Pagi dengan matahari yang cerah membangunkan sejenak angan yang telah terlelap dikegelapan malam. Air menyusuri setiap lekukan tubuh dibarengi dengan membasahi setiap seluknya. Pagi itu minggu kedua di awal smester 4, dengan semangat penuh menyusuri jalanan disekitaran Condong Catur – Kaliurang. Namun ternyata semangat itu tidak dibarengi oleh keadaan yang memaksa untuk tidak.

Sabtu, 31 Desember 2011

Desember 2011, dengan kesibukan

              Inilah bulan “TER-sibuk” dalam sejarah sebagai mahasiswa. Bulan ini merupakan bulan terakhir dalam susunan kalender syamsiyah yang digunakan pertama kali oleh kekaisaran yunani. Dan tahun 2011 adalah tahun kedua saya sebagai mahasiswa :cool.
                Cerita ini diawali oleh tanggal 1, dengan kepusingan dan kepepet oleh kegiatan “ELECTRICAL STUDY CAMP”, yah seperti yang pernah saya posting apa itu ESC. Pada ESC taun ini serba kepepet,itu yang muncul dari benak. Bagaimana tidak, dengan waktu pelaksanaan yang dijadwal tanggal 3-5 Desember, proposal “belum” selesai diawal bulan Desember. Sekitar tanggal 28 hingga desember datang sudah tak terhitung berapa kali kami harus rapat dengan petinggi organisasi kampus, mulai dengan senior jurusan, fungionaris BEM, hinggan DPM fakultas. Wow, hebat sekali.
                Lambat laun waktu-pun berjalan dan membawa saya ke hari sabtu tanggal 3 Desember 2011. Eng…ing…eng, inilah waktu yang ditunggu-tunggu oleh saya dan beberapa kawan. ESC 2011 pun dimulai untuk acara outdoor, dan pagi itu sekitar pukul 8 bertempat di depan Hall Gedung KH Mas Mansur Fakultas Teknologi Industri berkumpul banyak orang dengan membawa tas gendong besar dan wajah yang penuh antusias. Jujur ini kali kedua saya melihat wajah adik-adik saya di teknik Elektro. (terutama yang cewek, banyak yang membicarakan).
                Sesampai di tempat camp di waduk sermo tidak ada yang special hingga pukul 21.00. setelah itu mulailah acara camp sesungguhnya dimulai. Dengan dipimpin oleh koor lapangan sebuah teriakan panjang dan mencekam muncul dari bawah bukit tempat tenda para peserta dan panitia, “LAPANGAN…!!! MASUK..!!! . Seketika sekelompok orang dengan pakaian hitam-hitam, menggunakan penutup wajah dan disamarkan dengan arang mirip Kopasus yang menyerbu sarang teroris pun muncul. Sembari meneriakkan kata “CEPAT…!!!, CEPAT..!!!”.
                Perasaan kaget, takut dan merinding pun muncul seketika. Sepengalaman yang pernah terjadi pada diri saya membuat perasaan itu semua. Sejenak sayapun berpikir apa yang dirasakan para peserta saat ini. Ya. Itulah sepenggal cerita yang mengawali bulan Desember ini.

                Setelah acara itu selesai, kemudian apa yang terjadi ? seketika saya mendapat nama panggilan baru . “Bang Rian tukang poto ?” what..???,. haha,. Saya hanya bisa berkata amin. Ya karena memang di acara itu saya sebagai juru foto yang mengabadikan kegiatan-kegiatan pada acara itu. Dan Alhamdulillah saya “belum” memiliki kamera sebagus yang saya gunakan disana.
                Kesibukkan saya berlanjut diminggu berikutnya. Kali ini lain tema namun masih satu peran. Yakni di acara KONSER PADUAN SUARA MAHASISWA “EKSPEDISI CINTA”. Yak, kali ini saya sebagai crew acara konser yang baru pertama kali saya mengikuti hal-hal demikian. Singkat cerita kali ini sebagai staff di divisi publikasi, yang dibeberapa bulan sebelumnya ditinggal oleh sang koor. Alhasil saya menjadi koor dadakan yang menggantika beliau. Seminggu sebelum acara puncak permasalaha pun timbul. Booklet yang sebelumnya diserahkan kepada sang sponsor, ternyata salah smua. Kita harus memutar otak mencari solusi untuk ini, dengan anggaran yang sudah tersedot divisi lain. Oke akhirnya mau tidak mau kita cetak sendiri dengan resolusi yang kecil.
                Kesibukan pun tidak hanya oleh konser PSM. Tanggal 13-15 Desember, kali ini saya sebagai tim promo dari FTI, fakultas saat ini saya belajar. dan kali ini saya kebagian job buat backdrop FTI. So its very entertaint to increase my skill.
                Cerita pun dimulai pada saat saya harus mencetak backdrop yg saya buat. Ditempat yang sama sedang mencetak booklet yang sebelumnya saya ceritakan. Ada yang aneh ketika saya melihat beberapa karyawan percetakan yang mempertanyakan ukuran booklet yang sudah jadi. Saya hanya tersenyum sambil sejenak melirik mba-mba costumer service. (hehe, cantik mba). Benar yang saya bilang, sebuah ukuran yang cukup tidak lazim untuk sebuah booklet, haha :D
                Rabu tanggal 14 Desember 2011 saya kebagian jatah shift full day di salah satu acara di SMAN 1 Bantul untuk jaga stand FTI. Pagi hari pada saat itu apa yang terjadi. Pukul setengah 6 pagi, saya hampir bolak-balik wc hingga terhitung 10 kali hanya untuk buang air. Alhasil diare pun menerjang. Memberanikan diri meminum air putih dengan satu tablet diapet. Dan kemudian tidur, dan sayapun meminta izin untuk datang telat, siang hari pada saat ingin berangkat, eh malah tertinggal oleh rombongan yang telah pergi meninggalkan saya. Dan kali ini saya “harus” berjuang sendiri mencari alamat SMAN 1 Bantul. Perjalanan hampir 1 jam dari kaliurang hingga Bantul, dan sejujurnya saya sangat menikmati kota Bantul. Kota yang mengingatkan saya akan Cirebon, dengan kesamaan atmosfir yang timbul akan udara panas dataran rendah, dengan deru angin aroma persawahan tropis. Nikmat sekali.
                Dan inilah yang ditunggu-tunggu sekian lama. Konser “Ekspedisi Cinta”, ditemani hujan yang menguyur hampir sepanjang hari di tanggal 17 Desember itupun berlangsung juga. Kebagian job jaga tiket atau lebih miripnya #CALO TIKET di Auditorium MMTC jalan Magelang. Dengan tiket yang terjual semua alias “SOLD OUT” kami hanya menanti pengunjung yang datang. Setengah jam sebelum konser, banyak para penonton yang memadati ruang tunggu konser, jujur kami divisi publikasi sangat kewalahan menangani ini. Namun berkat kerja keras dan kordinasi divisi lain akhirnya kami berhasil melewati ini semua dengan terbilang sukses.
                Itulah beberapa hal yang membuat tahun ini ditutup dengan kesibukan yang menguras tenaga di bulan DESEMBER. Dan kesibukan ini akan terus meningkat dengan UAS yang mengawali tahun 2012. SEMANGAT PARA MAHASISWA..!!!

Minggu, 25 Desember 2011

Be a real Engineer with ESC

    Electrical Study Camp itulah kawah “Candradimuka” kami, mahasiswa Teknik Elektro Universitas Islam Indonesia. Banyak perdebatan yang muncul apabila berbicara masalah ini. Mulai dari permasalahan konsep, acara, hingga senioritas bahkan perponcloan. Sudah 2 tahun saya mengikuti perjalanan panjang di dua episode terakhir dan kedua-duanya mengenakan 2 amanat yang berbeda pula. Peserta pada 2010 dan panitia pada 2011.

                Perjalanan saya ini diawali pada penghujung tahun 2010, saat itu tanggal 18-20 Desember 2011. Memang ada yang menarik disini, yakni tentang waktu pelaksanaan yang tidak sesuai dengan tahun pada acara ESC kali ini. Sesuai judul ESC 2010 seharusnya dilaksanakan pada tahun 2010 namun apadaya dilakukan justru diawal tahun 2011. Saat itu saya hanya ditemani oleh 15 orang teman-teman saya dari angkatan 2010. Jumlah yang tentu mengejutkan, mengingat total angkatan kami pada saat itu 42 orang.
                Sejujurnya melewati rangkaian acara ini cukup menguras memori,perasaan hingga tenaga yang banyak. Terlebih dengan traumatic yang saya alami. Itu membuat perjalanan kali ini sangat melelahkan. Banyak cerita disini, dan yang paling membuat berkesan pada saat diberinya kado special dari keluarga besar pada saya. Saat itu tanggal 20 januari tepat 4 hari sebelum saya berulang tahun ke 18. Disinilah saya merasa mendapat kado special dari panitia.
                Pagi itu dari panitia memberikan waktu yang digunakan kami peserta untuk menyiram para panitia yang mengenakan almamater. Tentu itu dimanfaatkan oleh peserta, namun tidak dengan saya. Ya, saya memang orang yang mengindari kebiasaan membalas, walaupun saya memang menginginkannya. Mengenakan jaket gunung cokelat saya hanya menatap kawan yang mengejar kian kemari panitia yang berlarian. Beberapa saat kemudian suasana hening, dan mencekam. Kemudian muncul di benak “ada apa ini ? waduh kena marah lagi kita”, dan itupun benar. Beberapa panitia berdiskusi dengan salah satu panitia yang membawa kamera, kemudian sang pembawa kamera itu menujuk jari telunjuknya kearah saya. Langsung saja “Kamu yang mau nyiram saya ya ?? tau tidak saya bawa kamera ?? kalau rusak mau tanggung jawab ??” perkataan itupun muncul.
                Lantas saya berpikir beberapa menit kebelakang, apa yg telah saya lakukan ?? saya Cuma duduk saja kok. Kemudian beberapa panitia menghampiri, “hey kamu !! maju sini !!”. dan apa yang mau dibuat, langsung saja maju. Dan disini skenariopun dimulai, diawali berbisikan dengan saya untuk menunjuk panitia lain kalau ditanya mana panitia yang kamu benci ?? terpikir sejenak ini bakal ngerjain mreka. Kemudian operan demi operan untuk menguji mental sayapun berlangsung dari para panitia dan senior. Dan kurang lebih 1jam kemudian “Byuuuurrr…!!!” sejenak badan basah dengan se-ember air kotor bercampur sampah dihadapan kawan-kawan saya lainnya.
                Di episode lain saya bertindak selaku panitia, divisi PUBDEKDOK itulah saya. Sejujurnya saya senang untuk berkerja di divisi ini, divisi yang selalu saya pilih di berbagai kepanitiaan. Dan disinilah saya melihat bagaimana pusingnya panitia. Terlebih dengan status Mahasiswa yang sedang in kuliah, belum lagi sebagai staff yang sama di kepanitiaan konser PSM UII dan latian baseball.
                “Pubdekdok itu divisi paling enak sebenernya kerja. Lebih santai, namun untuk urusan waktu, divisi ini yang terlama menurut saya”. Ya memang begitu apa adanya, sebelum hari H kita sibuk mendesain segala bentuk media promo dan dekorasi acara, dari mulai spanduk, baju panitia+peserta hingga atribut laennya. Di hari H kita berkutat dengan kamera mengikuti segala rangkaian acara. Dan di akhir hari H kitalah yang dicari2 dan dipusingkan dengan sertifikat,stiker dan sebagainnya.
                
Ayo mas koor a.k.a mas Towel, Ovel, mas Willy,…. Pekerjaan kita belum usai,..!!!!

Kamis, 17 November 2011

penyeleksi bilangan genap/ganjil dengan if-else (.cpp) sedehana

sedikit ulasan dari koding tersebut.

Program ini dibuat sangat sederhana sekali. dengan fungsi if-else yang dijadikan perjanjian sekaligus sebagai penyeleksi bilangan terebut ganjil atau genap,dan apabila sudah diseleksi maka akan menampilkan fungsi keluaran.

Dalam script diatas hanya mampu menyeleksi bilangan dari 1 hingga 10. bisa dilihat dari fungsi else if yang dibuat. Anda dapat mengembangkannya sendiri dengan menambahkan "else if" dengan nilai lain.




#include <iostream>
using namespace std;
int main ()
{
double ipk;
cout<<"Masukan IPK : ";
cin>>ipk;
if ((ipk==2))
{
cout<<"genap \n";
}
else if ((ipk==4))
{
cout<<"genap \n";
}
else if ((ipk==6))
{
cout<<"genap \n";
}
else if ((ipk==8))
{
cout<<"genap \n";
}
else
{
cout<<"ganjil \n";
return 0;
} }

Rabu, 26 Oktober 2011

Inilah Universitas “asli” Indonesia (Sejarah UII)

Assalamualaikum wr.wb. Salam sejahtera bagi kita semua. Kali ini saya akan sedikit bercerita tentang dunia kampus. Ini merupakan tempat saat ini saya berkuliah dan ini adalah Universitas Islam Indonesia yang terletak di jalan Kaliurang KM. 14,5 Yogyakarta.

Sedikit pendahuluan dari saya mengenai kampus ini, ini adalah kampus swasta tertua di Indonesia. Namun menurut saya ini adalah perguruan tinggi pertama “Asli” Indonesia. Mengapa demikian ? beralasan sebab menurut pandangan saya memang benar adanya. Bila kita lihat kampus besar di Indonesia sebut saja ITB, UI, dan UGM, mereka secara tidak langsung adalah perguruan tinggi kolonial belanda dan jepang. Sebab memang telah ada dan pada awalnya diperuntukan kepada para keturunan bangsawan dan orang berdarah biru.

Melihat nama “universitas islam Indonesia” sendiri merupakan tanggung jawab yang besar yang diemban para civitas dan karyawannya. Saya kembali teringat perkataan salah satu saudara yang saya anggap kakek bagi saya. Kurang lebih sebagai berikut :

 “nang sira baka kuliyah ning UII aja macem-macem ya, soale kudu weru lamun sira kuliyah ning UII kuh dudu aran jogja bae kang dideleng. Tapi ana loro aran sing gede pisan, iku “ISLAM” lan “INDONESIA”. Dadi apa bae sing ana ning Indonesia iku bisa dideleng sokatan mahasiswae UII.”

Artinya kurang lebih sebagai berikut : “dek, kamu seandainya kuliah di UII jangan bertingkah macam-macam. Karena harus kamu ketahui kalau kamu kuliah di UII itu bukan hanya nama jogja yang akan dilihat. Tetapi ada dua nama yang sangat besar, yaitu “islam” dan “indonesia”. Jadi apa saja yang ada di Indonesia menyangkut keislamannya bisa dilihat dari mahasiswa UII”.
Tetapi sekali lagi ini adalah pendapat saya. Apabila terdapat kesalahan penafsiran maka saya ucapkan maaf. Tanpa menyudutkan dan menyindir kepada kampus-kampus yang saya sebutkan tadi. Berikut adalah sejarah kampus dan fakultas yang saya kutip secara luas dari website resmi UII.

Universitas Islam Indonesia didirikan pada tanggal 27 Rajab 1364 H atau bertepatan dengan 8 Juli 1945 (40 hari sebelum Proklamasi Kemerdekaan Negara Republik Indonesia), dengan nama Sekolah Tinggi Islam (STI) di Jakarta. STI adalah cita-cita luhur tokoh-tokoh nasional Indonesia yang melihat kenyataan bahwa ketika itu pendidikan tinggi yang ada adalah milik Belanda (Technische Hoogeschool atau Institut Teknologi Bandung kini, Recht Hoogeschool di Jakarta dan Sekolah Tinggi Pertanian di Bogor). STI lahir untuk menjadi bukti adanya kesadaran berpendidikan pada masyarakat pribumi.

Dibidani oleh tokoh-tokoh nasional seperti Dr. Moh. Hatta (Proklamator dan mantan Wakil Presiden RI), Moh. Natsir, Prof. KHA. Muzakkir, Moh. Roem, KH. Wachid Hasyim, dll, menjadikan STI sebagai basis pengembangan pendidikan yang bercorak nasional dan Islamis serta menjadi tumpuan harapan seluruh anak bangsa.

Seiring hijrahnya ibukota Republik Indonesia ke Yogyakarta, maka STI pun hijrah dan diresmikan kembali oleh Presiden Soekarno pada tanggal 27 Rajab 1365 H atau bertepatan dengan tanggal 10 April 1946 bertempat di nDalem Pangulon Yogyakarta. Untuk peningkatan peran dalam perjuangan, maka STI yang kala itu menjadi satu-satunya perguruan tinggi Islam, diubah menjadi universitas dengan nama University Islam Indonesia atau sekarang Universitas Islam Indonesia (Islamic University of Indonesia, Al Jami’ah Islamiyah Al Indonesiyah) pada tahun 1947.

Realisasi perubahan STI menjadi UII didahului pembukaan kelas pendahuluan (semacam pra universitas) yang diresmikan pada bulan Maret 1948 di Pendopo nDalem Purbojo, Ngasem Yogyakarta. Sedangkan , pembukaan UII (menggantikan STI) secara resmi diselenggarakan pada tanggal 27 Rajab 1367 H (bertepatan dengan tanggal 4 Juni 1948) bertempat di nDalem Kepatihan Yogyakarta dan mendapat kunjungan dari para menteri serta pejabat sipil dan militer lainnya.

Dengan demikian, pada tanggal 27 Rajab (4 Juni 1948) hadirlah University Islam Indonesia yang merupakan wajah baru STI dan telah resmi beroperasi sejak tiga tahun sebelumnya di Negara Republik Indonesia. Pada saat diresmikan UII membuka empat Fakultas, yaitu: Fakultas Ekonomi, Fakultas Hukum, Fakultas Pendidikan, dan Fakultas Agama.

UII sebagai universitas swasta tertua di Indonesia, kemudian berkembang sangat pesat dengan lebih 22 fakultas cabang, tersebar diseluruh Indonesia (Surakarta, Madiun, Purwokerto, Gorontalo, Bangil, Cirebon dan Klaten) dengan pusatnya di Yogyakarta.

Namun seiring dengan kebijaksanaan pemerintah bahwa cabang universitas harus ditiadakan, maka cabang-cabang ini kemudian tumbuh sebagai perguruan tinggi baru (baik negeri ataupun swasta) atau tergabung dengan perguruan tinggi negeri yang telah ada. Jadi secara tidak langsung UII mendorong tumbuh dan berkembangnya perguruan-perguruan tinggi di berbagai kota di Indonesia dan UII secara nyata menjadi bagian dari sejarah pendidikan nasional itu sendiri.

Satu misi sederhana dalam kata namun berat, sangat berat, bahkan dalam kenyataannya yang teremban dalam perjalanan sejarah ini adalah mewujudkan kata-kata Bung Hatta dalam pidato peresmian UII kala itu ...di Sekolah Tinggi Islam ini akan bertemu agama (religion) dengan ilmu (science) dalam kerjasama yang baik untuk membantu peningkatan kesejahteraan masyarakat...

Sejarah Singkat Fakultas Teknologi Industri

Tahap demi tahap Universitas Islam Indonesia mulai mengembangkan diri. Pada tahun 1975 dibuka Jurusan Teknologi Tekstil yang merupakan salah satu jurusan di Fakultas Teknik Universitas Islam Indonesia. Pada tahun 1977, program studi Teknologi Teknik dikembangkan menjadi Fakultas Teknologi Tekstil dengan dua jurusan, yaitu Jurusan Teknik Tekstil dan Kimia Tekstil.

Pada tahun 1982 didirikan Fakultas Teknologi Industri, sehingga Universitas Islam Indonesia mempunyai tiga fakultas bidang teknik, yaitu Faklutas Teknik, Fakultas Teknologi Tekstil, dan Fakultas Teknologi Industri. Tahun 1985 pemerintah mengatur bahwa dalam satu Universitas hanya dibenarkan ada satu Fakultas Teknik yang mengakibatkan ketiga Fakultas Teknik yang dimiliki Universitas Islam Indonesia melebur diri menjadi satu Fakultas dengan nama Fakultas Teknik berdasarkan SK Mendikbud RI No. 0174/O/1983 jo No. 0336/O/1984 dengan dua jurusan, yaitu Jurusan Teknik Sipil dan Jurusan Teknik dan Manajemen Industri dengan dua program studi, yaitu program studi Teknik Industri dan program studi Teknologi Tekstil.

Pada tahun 1990, program studi Teknologi Tekstil memperoleh status diakui berdasarkan SK Mendikbud RI No. 0397/O/1990. Pada tahun 1993, program studi Teknik Industri mendapatkan status disamakan berdasar SK Mendikbud RI No. 0508/O/1993 tanggal 16 Agustus 1993. Berdasar SK Mendikbud RI No. 25/Dikti/Kep/1993 tanggal 10 Mei 1993, Fakultas Teknik dipisah menjadi dua fakultas menurut kelompok jurusan yaitu Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan dan Fakultas Teknologi Industri. Fakultas Teknologi Industri memiliki dua jurusan yaitu Jurusan Teknik dan Manajemen Industri dan Jurusan Teknologi Tekstil.

Pada tahun akademi 1994/1995 dibuka Jurusan Teknik Informatika dengan status terdaftar berdasarkan SK Dirjen Dikti Depdikbud RI No. 04/Dikti/Kep/1995 tanggal 17 Januari 1995. Jurusan Teknologi Tekstil mendapat status disamakan, dengan perubahan nama menjadi Jurusan Teknik Kimia Program Studi Teknik Kimia Konsentrasi Teknologi Tekstil dengan SK Mendikbud RI No. 433/Dikti/Kep/1995 tanggal 11 Oktober 1995. Sejak tahun akademi 1996/1997 Jurusan Teknik Kimia Program Studi Teknik Kimia mempunyai dua bidang konsentrasi, yaitu Konsentrasi Teknologi Kimia/Umum dan Konsentrasi Teknologi Tesktil.

Pada tahun akademi 1997/1998 dibuka Jurusan Teknik Elektro, Program Studi Teknik Elektro, Konsentrasi Teknik Elektronika dengan status terdaftar berdasarkan SK Dirjen Dikti Depdikbud No. 215/Dikti/1997 tanggal 24 Juli 1997.

Jurusan Teknik Mesin dibuka untuk melengkapi empat jurusan yang sudah ada pada tahun 1999 dengan konsentrasi Manufaktur. Pada tahun 2007, di Fakultas Teknologi Industri UII dibuka Magister Teknik Industri (MTI) dengan dua konsentrasi, yaitu Manajemen Industri dan Teknik Industri. Kuliah perdana dilakukan pada 13 Januari 2007.

Setelah itu, pada tahun akademik 2009/2010, FTI UII juga membuka Program Pascasarjana S2 Magister Informatika (MI) dengan dua konsentrasi, yaitu (1) Informatika Medis, dan (2) Sistem Informasi Enterprise.